More Share, More Be Healed

It was to good, if Whatsapp message from my friend (Pastor Titus from GKI Kebayoran) was just passed away in my smartphone. I just wanna share this very good things.

 

Sahabatku yg terkasih, Happy Sunday.

Tema Renungan pagi ini: CARE FOR OTHERS

Bacaan: Ibrani 10:24
Nats: Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
(Ibr 10:24)

Pada 27 Oktober 1945, seorang bayi lelaki lahir pd sebuah desa petani di negara bagian Pernambuco, Brasil. Karena kondisi keluarga nya yg sangat miskin, anak ini sejak usia 4 tahun sdh terpaksa turun ke jalan berjualan kacang, namun tetap tidak cukup sandang dan pangan. Setelah masuk SD, di luar jam belajarnya dia mencari makan dengan menjadi tukang semir sepatu bersama dua orang temannya. jika tidak mendapatkan pelanggan, maka dia hrs menahan lapar.

Pada saat usianya mencapai 12 tahun, di suatu malam datang seorang pemilik toko ingin menyemirkan sepatunya, 3 anak itu langsung mengerubunginya. Melihat pandangan penuh harapan dari tiga anak ini, dia merasa serba salah. Akhirnya, dia mengeluar kan dua buah uang koin dr sakunya dan berkata : Siapa yg paling butuh uang di antara kalian akan saya berikan kesempatan utk menyemir sepatuku, saya akan membayarnya dua dolar. Pada masa itu ongkos semir sepatu hanya 20 sen, jadi uang sepuluh kali lipat ini bagaikan kue yg jatuh dr langit. Ketiga pasang mata anak itu berbinar binar.
” Dari pagi sampai sekarang saya belum makan, jika tidak ada uang untuk membeli makanan, mungkin saya akan mati kelaparan”, kata seorang temannya.

“Bahan makanan di rumahku sudah habis tiga hari, ibuku juga sedang sakit, saya harus membawa pulang bahan makanan, kalau tidak maka malam nanti saya akan dipukuli”, kata temannya yg lain.

Anak ini melihat uang dua dolar di tangan pemilik toko, sejenak kemudian dia berkata:
“Jika kesempatan mendapatkan dua dolar ini diberikan kepadaku, saya akan memberikan kepada dua orang temanku ini masing2 satu dolar.”

Jawaban anak ini membuat pemilik toko dan dua orang temannya merasa heran.

Anak ini menjelaskan: ” Kedua orang ini adalah teman baikku, mereka lapar seharian, sedangkan saya siang tadi sudah makan sedikit kacang, jadi saya ada tenaga utk semir sepatu. Biarlah saya yg semir, anda pasti merasa puas.”

Pemilik toko ini merasa sangat terharu, setelah anak ini siap menyemir sepatunya, dia benar2 memberikan dua dolar kepadanya. Anak ini juga tidak menjilat kembali ludahnya, dia langsung membagikan uang kepada kedua temannya.

Beberapa hari kemudian, pemilik toko menemui anak itu dan memintanya agar bekerja di tokonya setelah pulang sekolah, sekaligus mendapatkan makan malam. Walau pun sebagai pekerja magang dan upahnya sangat rendah, namun lebih baik daripada pendapatan dari semir sepatu.

Anak ini tahu kalau nasibnya berubah krn perbuatannya yg mau menolong org yg lebih membutuhkan. Sejak itu, asalkan mampu, dia akan berusaha membantu orang yg lebih susah daripadanya.

Akhirnya dia berhenti dari sekolah dan bekerja sebagai buruh pabrik, dan demi memperjuangkan hak kaum buruh, dia bergabung dgn serikat buruh di usia 21 tahun, dia juga mendirikan Partai Buruh pada usia 45 tahun.

Pada tahun 2002, dia mengikuti pemilihan presiden Brasil dengan Tema kampanye
” Hapuskan Kelaparan” dan ia berhasil menang.

Pada tahun 2006, dia terpilih kembali utk masa jabatan 4 tahun kedua. Selama 8 tahun pemerintahannya, dia merealisasikan janji kampanyenya utk menjadikan Brasil sbg kekuatan ekonomi dunia, dia berhasil membuat 93% anak2 dan 83% orang dewasa di Brasil cukup makan tiga kali sehari. Negara Brasil yg dipimpinnya berubah dari ” Dinosaurus Pemakan Rumput” menjadi “Singa Jantan Benua Amerika”, sekali lompat Brasil berhasil masuk ke dalam deretan sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia.

Tidak salah lagi kalau dia adalah mantan Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang masa jabatannya habis pada akhir tahun 2010.

Jika kita semakin menaruh perhatian pd orang, maka kita akan semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri.
Jika kita semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri, maka perasaan menderita kita akan semakin ringan.

For Prayer : TUHAN ajarilah dan mampukan kami untuk Care For Others Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s